MAROS, RadarEkspres – Dalam menghadapi musim penghujan di akhir tahun, perlu mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam, olehnya itu Pemerintah Kabupaten Maros menggelar apel kesiap siagaan bencana tahun 2023. Apel tersebut digelar di Lapangan Pallantikang Kantor Bupati Maros, Kamis (7/12/2023).
Bupati Maros, AS Chaidir Syam hadir langsung memimpin apel, didampingi Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari. Apel tersebut untuk mengecek sinergitas semua stakeholder dalam menghadapi kemungkinan dampak resiko terjadinya bencana.
“Kita tidak pernah menginginkan bencana terjadi, tetapi diharapkan kita bisa mengurangi atau meminimalisir dampaknya. Baik resiko bencana alam maupun bencana sosial,” ungkapnya.
Turut hadir kegiatan apel kesiap siagaan terdiri dari Kodim 1422 Maros, Polres Maros, Baznas Makassar, Satpol-PP dan Damkar, Bidang Perhubungan PUTRPP, PMI Maros, Tagana Maros, Pramuka Peduli, masing-masing Satu Pleton lengkap dengan Peralatannya. Juga ada Tiga Pleton Satgas BPD Maros lengkap dengan perlengkapan.
Selain itu, juga terlibat 5 orang dari Dinas Kesehatan, 5 orang dari Karang Taruna (SAR Sos Maros), 5 orang dari Baznas Siaga Bencana, 10 orang dari Manggala Agni. Serta 5 orang dari Abu Darda Maros, 5 orang dari IOF Maros, 10 orang dari GMBI Maros, 5 orang dari SAR Gabungan Maros, 5 orang dari Kurir Langit dan 5 dari LPA HPPMI Maros.
Adapun kegiatan di Koordinatori oleh Humas LSM GMBI Distrik Maros Saripudin Dg.Tola dan dibantu oleh Kadiv Non Litigasi A.Ahmad Har dan dihadiri beberapa Dari KSM ( Kelompok Swadaya Masyarakat) LSM GMBI Distrik Maros.
Ditemui awak media Ketua Distrik Maros M.Jufri ,SE menyampaikan
bahwa warna orange GMBI di Loreng Baju/Atribut Menandakan Tagana Bencana/ Mitigasi Jadi Seluruh Anggota GMBI Siap dalam Kondisi Apapun jika di Minta dan diharapkan oleh Negara makanya di GMBI menyandang Logo Bela Negara, walaupun Masyarakat pada umumnya dan setiap warga Negara Republik Indonesia berkewajiban menjadikan marwah sebagai semboyan Bela Negara yang biasa digaungkan NKRI Harga Mati.
Laporan : JDT


















