” Rata-rata yang membantu keluargaji semua, susah mau swadaya masyarakat om soalnya sebagian besar warga di kampung mengungsi ke gunung, cuma ada beberapa pemuda yang secara sukarela membantu'”ulas tenaga honorer di SMP 2 Pamboang ini.
” Kami juga kekurangan popok bayi, sebab banyak warga pengungsi memiliki bayi yang mampir untuk cas handphone sembari rebahan di bale-bale serta kebutuhan toilet. Sementara relawan yang mampir paling minta minum kopi ji,” jelas ayah 2 anak tersebut.
Menghadapi hal tersebut, tidak serta merta memupuskan untuk tidak berbuat, dirinya pun berharap,” semoga semakin bertambah warga yang menyediakan makanan gratis untuk para korban gempa dan relawan yang melintas,” pungkasnya. (@Li)















