Gowa, RadarEkspres – Lembaga Bantuan Hukum No Viral No Justice (LBH NVNJ) DPC Gowa bekerja sama dengan Dewan Adat Tinggi Kerajaan Sanrobone (DAT-KS) dalam sebuah perjalanan spiritual dan budaya melalui ziarah ke makam tokoh-tokoh bersejarah di Sulawesi Selatan. Perjalanan ini mencakup kunjungan ke Makam Datok Panggentungan, Sultan Hasanuddin, Arung Palakka, I Lo’mo ri Antang, Karaeng Moncongloe, serta kompleks makam raja-raja Tallo, sebelum akhirnya ditutup di Benteng Somba Opu. Selasa 01 April 2025
Ziarah ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman akan nilai-nilai sejarah, budaya, dan hukum adat yang diwariskan oleh para leluhur. Sekretaris LBH NVNJ DPC Gowa, Kurniawan R.O, S.H, C.LE., yang juga menjabat sebagai Arung Tondong dan Tetta Kampong Adat Buluttana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai keadilan dan kebijaksanaan yang telah diterapkan oleh para pendahulu.
“Ziarah ini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi refleksi bagi kita semua tentang pentingnya nilai budaya dan hukum adat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Pemangku DAT-KS, Rafli A., Krg Manai, yang merupakan keturunan Karaengta Salojo serta menjabat sebagai Divisi Seni dan Budaya LBH NVNJ DPC Gowa, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat silaturahmi antara lembaga hukum dan adat guna menjaga warisan budaya yang telah ada sejak dahulu.
“Kami ingin memastikan bahwa generasi muda tetap memahami sejarah dan kebesaran para leluhur mereka. Ini adalah langkah nyata dalam melestarikan adat dan budaya,” tuturnya.
Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Makam Datok Panggentungan, seorang tokoh penting dalam penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Makam Sultan Hasanuddin, pahlawan nasional yang dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan. Selanjutnya, mereka berziarah ke Makam Arung Palakka, tokoh yang memainkan peran besar dalam dinamika politik antara Kerajaan Bone dan Gowa.
Ziarah berlanjut ke Makam I Lo’mo ri Antang, Karaeng Moncongloe, serta kompleks makam raja-raja Tallo, yang memiliki peranan besar dalam penyebaran Islam di tanah Sulawesi. Perjalanan ini ditutup dengan kunjungan ke Benteng Somba Opu, simbol kejayaan Kerajaan Gowa yang menjadi saksi sejarah perlawanan terhadap kolonialisme.
Melalui kolaborasi antara LBH NVNJ DPC Gowa dan DAT-KS, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap nilai sejarah dan adat semakin meningkat. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga serta meneruskan warisan budaya dan prinsip keadilan yang telah lama dijunjung tinggi di tanah Sulawesi.
Laporan: (Red)
















