MAKASSAR, RadarEkspres — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan Yayasan Aksi Peduli Kemanusiaan (Y-APK) bersama para donatur. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, tim Y-APK bergerak memberikan santunan kepada Sahrul, seorang anak berusia 15 tahun yang tengah menghadapi musibah dan membutuhkan perhatian serta bantuan.
Informasi mengenai kondisi Sahrul pertama kali diperoleh melalui grup WhatsApp Info Kejadian Makassar Kota. Mendapat kabar tersebut, Nurhaedah selaku Ketua Harian Y-APK langsung berkoordinasi dengan Hj. Dwi Pamuji Astuti, SM., SH., selaku Ketua Umum Y-APK sekaligus owner Ayam Potong Babe, untuk mengambil langkah cepat membantu Sahrul.
Hj. Dwi Pamuji Astuti kemudian membuka donasi melalui grup WhatsApp. Respons masyarakat dan para donatur pun cukup antusias. Sejumlah donatur secara sukarela menyalurkan bantuan melalui rekening yayasan.

Setelah bantuan terkumpul, tim Y-APK segera berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mengetahui kebutuhan Sahrul selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Sore harinya, tim Y-APK mendatangi rumah sakit dan menyerahkan santunan yang dihimpun dari para donatur kepada Sahrul dan keluarganya.
Namun, di balik musibah yang sedang dialaminya, tim Y-APK menemukan kisah kehidupan Sahrul yang jauh lebih memprihatinkan.
Ditinggal Ayah Sejak Bayi, Kehilangan Ibu
Sahrul, 15 tahun, merupakan anak yatim piatu. Sejak berusia sekitar tiga bulan, ayahnya pergi meninggalkan keluarga tanpa alasan yang jelas. Hingga kini, keberadaan dan kabar sang ayah tidak diketahui.
Beberapa waktu lalu, Sahrul juga harus kehilangan ibunya untuk selama-lamanya.
Sahrul merupakan salah satu dari tiga bersaudara. Ketiga saudara kandungnya kini tinggal terpisah dan menjalani kehidupan masing-masing.
Dalam usia yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan pendampingan keluarga, Sahrul justru harus berhadapan dengan kerasnya kehidupan.
Bahkan, dalam perjalanan hidupnya, Sahrul pernah bekerja sebagai buruh sawit di Mamuju.
Tubuhnya yang masih ringkih dan usianya yang baru menginjak 15 tahun tidak menjadi alasan baginya untuk menyerah. Demi bertahan hidup, ia harus menjalani pekerjaan yang tentunya tidak ringan bagi seorang anak seusianya.
Seiring berjalannya waktu, Sahrul akhirnya kembali ke Makassar karena rasa rindu kepada keluarga.
Namun, kepulangannya justru menjadi awal dari musibah yang kemudian dialaminya hingga akhirnya mendapat perhatian dari Y-APK dan para donatur.
Bantuan Bukan Sekadar Santunan
Bagi Y-APK, bantuan yang diberikan kepada Sahrul bukan sekadar santunan. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian kemanusiaan kepada seorang anak yang sedang berada dalam kondisi sulit.
Ketua Umum Y-APK, Hj. Dwi Pamuji Astuti, menunjukkan kepeduliannya dengan mengajak para donatur untuk bersama-sama membantu Sahrul.
Gerakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan secara langsung kepada Sahrul.
Sementara itu, Nurhaedah, Ketua Harian Y-APK, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak dan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
“Kami bergerak karena rasa kemanusiaan. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan bantuan, sebisa mungkin kami hadir. Apalagi Sahrul masih sangat muda dan membutuhkan perhatian dari kita semua,” ujar Nurhaedah.
Nurhaedah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada Sahrul.
Menurutnya, kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan arti besar bagi seseorang yang sedang menghadapi kesulitan.
Dari Informasi Menjadi Gerakan Kemanusiaan
Kisah Sahrul menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan masyarakat yang terus bergerak, masih ada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kepedulian dari lingkungan sekitarnya.
Apa yang dilakukan Y-APK bersama para donatur menunjukkan bahwa sebuah informasi sederhana yang disampaikan melalui grup WhatsApp dapat berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata.
Dari sebuah informasi, lahirlah kepedulian. Dari kepedulian, hadir bantuan. Dan dari uluran tangan para donatur, tumbuh harapan bagi Sahrul untuk melanjutkan kehidupannya.
Y-APK berharap kepedulian terhadap Sahrul tidak berhenti pada santunan kali ini. Lebih jauh, perhatian tersebut diharapkan menjadi awal dari kepedulian berkelanjutan agar Sahrul dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Y-APK bersama para donatur hadir untuk kemanusiaan, bergerak untuk mereka yang membutuhkan.
Laporan: Arfah Chytos
















