MAKASSAR, RadarEkspres – Komitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus mendapat perhatian berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Yayasan Aksi Peduli Kemanusiaan (Y-APK), Lembaga Bantuan Hukum No Viral No Justice (LBH NVNJ), dan LSM Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) DPW Sulawesi Selatan ke SMA Bawakaraeng Makassar, Jumat (30/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan langkah awal dalam menjajaki kerja sama strategis di bidang pendidikan, khususnya untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada anak-anak kurang mampu, santri tahfidz, anak yatim piatu, anak panti asuhan, serta anak-anak yang mengalami putus sekolah.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Y-APK, Hj. Dwiana Pamuji Astutik, S.M., S.H., menyampaikan tawaran program beasiswa bagi 10 siswa SMA Bawakaraeng Makassar. Selain itu, Y-APK juga berencana membangun kemitraan berkelanjutan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak sekolah.
“Kami menawarkan beasiswa untuk 10 siswa dan selanjutnya akan membangun kerja sama melalui MoU. Y-APK juga ingin menjadi wadah bagi anak-anak putus sekolah, santri tahfidz, dan anak-anak panti asuhan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Bawakaraeng,” ungkap Hj. Dwiana kepada media.
Diketahui, SMA Bawakaraeng Makassar memiliki program pendidikan gratis hingga tuntas bagi santri tahfidz dan anak-anak panti asuhan. Program tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk kepedulian nyata dunia pendidikan terhadap kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari LSM BPPI DPW Sulawesi Selatan. Sekretaris LSM BPPI DPW Sulawesi Selatan, Harrey Kiswah, S.H., C.LA, menyampaikan apresiasi sekaligus komitmennya untuk mendukung dan menyosialisasikan program tersebut kepada sejumlah pondok tahfidz dan lembaga sosial di Sulawesi Selatan.
“Program sekolah gratis bagi santri tahfidz dan anak-anak panti asuhan ini sangat baik. Kami menyambut positif dan siap mendukung. Insyaallah, ke depannya kami akan membangun sinergi dengan beberapa pondok tahfidz di Sulawesi Selatan agar semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal LBH NVNJ, Jufri Tutu, S.H., M.H., C.LA. Ia menilai program pendidikan gratis tersebut merupakan langkah strategis dan memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi, terutama dalam membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi salah satu langkah penting untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan lembaga pendidikan yang memiliki program kepedulian sosial.
“Kami sangat mengapresiasi program pendidikan yang dijalankan SMA Bawakaraeng Makassar. Pendidikan merupakan hak setiap anak dan tidak seharusnya terhalang hanya karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, LBH NVNJ siap mengawal dan membangun sinergi bersama Y-APK serta LSM BPPI untuk mendukung keberlanjutan program ini,” ungkap Jufri.
Sementara itu, Kepala SMA Bawakaraeng Makassar, Andi Zulkarnain, S.H., M.H., menyambut baik kunjungan dan inisiatif kerja sama yang ditawarkan oleh ketiga lembaga tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai bentuk kemitraan, mekanisme pelaksanaan program, serta teknis penyaluran beasiswa akan dibicarakan dalam pertemuan selanjutnya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Y-APK, LBH NVNJ, dan LSM BPPI DPW Sulawesi Selatan berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan SMA Bawakaraeng Makassar.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sebuah kesepakatan formal antarlembaga, tetapi juga mampu melahirkan aksi nyata dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan sosial bersama untuk mencegah angka putus sekolah, mencetak generasi yang berpendidikan, serta memberikan kesempatan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa.
Laporan: Rey
















